"Segera buat parameter apa yang ingin diraih dalam 100 hari kerja pemerintahan Jokowi-JK," kata Arif Susanto dari Gerakan Dekrit Rakyat di Jakarta, Minggu (21/9).
Menurut dia, Jokowi-JK perlu memastikan pengejawantahan program-program jangka pendek atau menunjukkan sinyal positif perubahan pada masa awal pemerintahan, karena hal itu merupakan cara efektif untuk menjemput harapan dan kepercayaan rakyat.
Arif menilai belakangan ini Jokowi dan JK tidak memunculkan ide baru melainkan berkutat pada perdebatan mengenai kursi kabinet.
Selain menentukan target selama 100 hari pertama masa pemerintahannya, peneliti di Indonesia Institute for Development and Democracy itu juga melihat tantangan jangka pendek Jokowi adalah menyiapkan transisi dari pemerintahan Presiden SBY ke pemerintahan yang baru dan memastikannya tidak terganjal kebijakan strategis.
"Sinkronisasi apa yang terjadi di akhir pemerintahan SBY dan awal Jokowi," katanya, sambil menuntut Jokowi membentuk kabinet yang bersih dan profesional.
Besarnya dukungan rakyat adalah modal legitimasi namun legitimasi tersebut dapat runtuh bila kabinet yang dibentuk tidak memiliki integritas. Integritas dalam kabinet diperlukan untuk menuju pemerintahan yang efektif sekaligus memiliki daya tahan untuk berhadapan dengan potensi guncangan politik.
Arif menambahkan seperti dilansir dari
Antara, Jokowi juga harus memenangi pertarungan melawan mafia ekonomi. Menurut dia, Jokowi perlu memeriksa apakah orang-orang disekelilingnya ada yang terindikasi sebagai mafia.
[rus]