Kegiatan luar kantor para anggota dewan itu dianggap mubazir. Sebab, selain menggunakan fasilitas negara, DPRD juga menyerap anggaran negara dalam jumlah yang besar. Sikap itu juga menunjukkan jika para anggota dewan lebih mementingkan keinginan pribadi dibandingkan kepentingan masyarakat Kota Bogor.
"Jika melakukan pembahasan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2014, mengapa tidak di ruangan saja. Padahal, ruangan masih sangat kondusif untuk rapat pembahasan APBD perubahan,†kata Direktur Komite Pemantau Legislatif Syamsudin Alimsyah.
Seandainya pembahasan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2014 itu dilakukan di DPRD Kota Bogor, kata Syamsudin, maka bisa menghemat anggaran dan jauh bermanfaat bagi masyarakat.
“Pada dasarnya, para anggota dewan adalah penyambung lidah rakyat. Tak sepantasnya mementingkan diri sendiri atau partainya,†katanya seperti dilansir
JPNN, Minggu (21/9).
Mengenai hal ini, Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Jajat Sudrajat menjelaskan bahwa agenda tersebut bukanlah dalam rangka bersenang-senang atau 'tamasya', tapi membahas lima hal penting.
“Agar lebih fokus, kami rapat di luar kantor,†kata politisi PKS ini.
[ian]
BERITA TERKAIT: