Untuk melawan itu, para pemegang jabatan strategis di Indonesia harus punya wawasan geopolitik yang mumpuni. Pasalnya, yang dialami Indonesia selama ini bukan sekadar bencana bisnis, namun juga bencana geopolitik yang besar.
"Misalnya, BUMN-BUMN yang dijual itu bencana geopolitik, bukan cuma bencana bisnis. Kita selama ini abai pada wawasan geopolitik," urai pakar geopolitik, Hendrajit, dalam diskusi "Korupsi di Pusaran Migas" di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (6/9).
Kesadaran untuk memahami geopolitik sangat penting untuk mengenali kekuatan dan kelemahan suatu negara.
"Komisi I DPR (membidangi keamanan, pertahanan dan informasi) juga tidak punya wawasan ini dan abai pada apa sebetulnya kekuatan dan kelemahan kita secara materil dan non materil," sesalnya.
Sebelumnya, terkait mafia migas, ia terangkan bahwa kini skenario mafia migas dengan dukungan Amerika Serikat lebih
njlimet dan menciptakan kerpiabadian ganda produk hukum.
"Jokowi ini tidak punya skema melawan skema kapitalisme global," ujarnya.
[ald]
BERITA TERKAIT: