Karena itu, pengamat sosial-politik dari Universitas Indonesia (UI), Tamrin Amal Tomagola, sangat menyambut baik keterbukaan Jokowi-JK yang meminta para relawan untuk terus terlibat dalam mengawal dan memberi masukan terhadap pemerintahannya dan Tim Transisi yang saat ini bekerja mempersiapkan konsep dan pemikiran dalam kepemimpinannya nanti
Menurut Thamrin, atas keterbukaan Jokowi tersebut, relawan mesti menyambutnya dengan memberi masukan yang berorientasi pada permasalahan dan langkah-langkah konkret yang bisa dilaksanakan untuk memecahkan permasalahan. Tetapi, satu hal yang harus digarisbawahi bahwa relawan tidak boleh memaksakan kehendak dan mendiktekan keinginannya kepada Jokowi-JK.
"Relawan harus tulus membantu Jokowi-JK, tanpa ada intensi jabatan di belakanganya," kata Thamrin beberapa saat lalu (Selasa, 26/8
Dalam hal ini, ungkap Thamrin, relawan juga mesti tahu batas karena rakyat sudah memberikan amanah sepenuhnya kepada Jokowi-JK. Demikian pula, kebijkan-kebijakan strategis terkait dengan program unggulan dan penyusunan kabinet merupakan hak prerogratif Presiden, dan relawan tidak perlu memaksakan keinginannya.
"Termasuk dalam hal Rumah Transisi adalah hak prerogratif Presiden. Relawan bisa memberikan masukan, tapi tidak boleh memboikot dan memaksa," demikian Thamrin.
[rus]