Kinerja relawan ini mendapat apresiasi dari Tim Kampanye Jokowi-JK. Lebih-lebih kini para relawan juga secara aktif mengawasi setiap tahapan penghitungan suara yang dilakukan secara berjenjang.
"Relawan terbukti mampu menjadi benteng yang tangguh dari berbagai bentuk manipulasi penggelembungan suara. Relawan yang militan seperti inilah yang tidak dimiliki kubu Prabowo-Hatta," kata jurubicara Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto, beberapa saat lalu (Minggu, 13/7).
Kini, ungkap Hasto, relawan Jokowi-JK semakin solid, bahkan mereka kini mendapatkan dukungan dari "tangan-tangan yang tidak nampak" yang menolak berbagai skenario curang penggelembungan suara. Skenario itu antara lain merusak surat suara Jokowi, menggunakan surat suara sisa, memanipulasi C1 baik dengan photoshop maupun dengan konvensional seperti mengubah perolehan suara sebagaimana terjadi di Tangerang, serta menyewa hacker untuk memanipulasi IT.
Serangan hackers ini akan dirancang sebagai skenario khusus, mengingat money politik dan kampanye hitam untuk menggurangi suara Jokowi-JK ternyata hasilnya tidak sedahyat yang diharapkan. Atas dasar hal tersebut, Hasto menegaskan bahwa suara rakyat yang berdaulat adalah hukum tertinggi dalam demokrasi.
"Kami percaya bahwa KPU, Bawaslu, dan DKPP, akan menjadi benteng demokrasi. Ditengah serangan masif terhadap Jokowi, rakyat ternyata menjadi hakim terbaik yang memenangkan Jokowi," tandas Hasto.
[ian]
BERITA TERKAIT: