Demikian disampaikan pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio kepada
Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu, Jumat (4/7).
Menurut Hendri, melihat kondisi saat ini, Jokowi pasti merasa tertekan. Dari berbagai rilis lembaga survei, elektabilitas Jokowi-JK dengan Prabowo-Hatta sudah semakin mendekati. Bahkan lembaga survei seperti Lembaga Survei Nasional (LSN), Indonesia Research Centre (IRC) dan Indonesia Network Election Survey (INES) menempatkan pasangan nomor urut 1, Prabowo-Hatta sudah unggul dari Jokowi-JK.
"Di awal-awal Jokowi jadi unggulan dan digadang-gadang. Sementara Prabowo hanya menjadi kuda hitam. Ini pasti jadi tekanan," ujar Hendri.
Ia menambahkan, tidak menutup kemungkinan, kalau Jokowi tidak waspada dan tidak kreatif, Prabowo akan mudah menyalipnya di masa
injury time.
"Peluang Prabowo-Hatta menang terbuka lebar, asal bekerja keras dan turun ke bawah di masa-masa tersisa ini," tandas Hendri, sambil menambahkan penerimaan masyarakat kepada dua pasangan capres-cawapres sudah cukup baik, seperti visi misi, program, karakter dan pendukung masing-masing.
[rus]
BERITA TERKAIT: