Mantan Panglima TNI: Jangan Luluhlantakkan Demokrasi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Jumat, 04 Juli 2014, 11:47 WIB
Mantan Panglima TNI: Jangan Luluhlantakkan Demokrasi
Endriartono Sutarto/net
rmol news logo Hari penjoblosan semakin dekat, 9 Juni. Tidak harus menunggu minggu tenang, sikap saling menghargai harus terus dibangun dengan membiasakan diri lewat demokrasi yang sehat.

"Bangsa ini bangsa yang santun, bangsa yang mendapatkan kemerdekaan dan demokrasi dengan cucuran darah, keringat dan air mata," kata mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto, Jumat (4/7).

Jelas Endriartono, kemerdekaan dan demokrasi jangan dihianati hanya karena kepentingan tertentu. Kesantunan dilupakan, dan demokrasi diluluhlantakan.

"Siapapun dari kedua pasangan adalah calon pimpinan kita," ujar dia seperti dikutip dari akun twitter @endrisutarto.

Baik Prabowo-Hatta atau Jokowi-JK, sambung Endriartono, akan menjadi salah satu pasangan presiden-wapres yang akan memimpin Indonesia untuk lima tahu ke depan.

"Hormati mereka, pilihan kita sesuaikan dengan kata hati, tanpa harus menghina yang bukan jadi pilihan. Tanggal 9 Juni sudah di depan mata," tandas mantan Capres Konvensi Partai Demokrat ini. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA