2 Juta Petani dan Nelayan Dikerahkan Memenangkan Prabowo-Hatta

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Jumat, 27 Juni 2014, 15:50 WIB
2 Juta Petani dan Nelayan Dikerahkan Memenangkan Prabowo-Hatta
Tamsil Linrung/net
rmol news logo Salah satu persoalan bangsa adalah bagaimana mewujudkan petani dan nelayan yang sejahtera. Hal ini penting karena kedua kelompok ini merupakan profesi sebagian besar masyarakat Indonesia.

Merespons itu, Perhimpunan Petani dan Nelayan Sejahtera Indonesia (PPNSI) mengharapkan pemimpin Indonesia mendatang mampu menyejahterakan petani dan nelayan serta mewujudkan swasembada pangan nasional.

Ketua Umum DPP PPNSI Tamsil Linrung mengatakan, setelah berkoordinasi dengan 30 DPW dan 200 DPD serta puluhan ribu kelompok tani dan nelayan binaan, sosok pemimpin yang dinilai peduli terhadap petani dan nelayan ada pada pasangan Prabowo-Hatta.

"Untuk itu, kami memutuskan mendukung pasangan capres dan cawapres Prabowo-Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2014-2019," tegas Tamsil di Jakarta, Jumat (27/6).

Dalam memaksimalkan dukungannya, seluruh kader PPNSI akan dikerahkan untuk memobilisasi suara petani dan nelayan binaan PPNSI di seluruh indonesia dengan harapan bisa menambah suara pendukung Prabowo-Hatta, sebanyak 2 juta suara.

"Kami menargetkan 2 juta suara petani dan nelayan untuk pasangan Prabowo-Hatta," tambahnya.

Tamsil mengharapkan pasangan yang diusung koalisi merah putih itu mampu mendorong realisasi program-program yang mendukung kemajuan petani dan nelayan seperti mewujudkan swasembada pangan nasional. Selain itu, pasangan ini diharapkan mampu menjamin kedaulatan pangan nasional, melalui intensifikasi dan pembukaan 2 juta hektare lahan baru untuk penanaman padi, jagung, sagu, tebu dan kedelai.

"Kami juga yakin pasangan ini mampu mempercepat pengembangan inovasi dan teknologi pangan, berkomitmen menambah 2 juta hektare lahan perkebunan baru dan mampu menjamin stabilitas harga pangan yang menguntungkan petani, peternak dan nelayan," tegasnya.

Sebagai respons atas dukungan ini, Tamsil mendesak komitmen pemerintah Prabowo-Hatta jika terpilih untuk merealokasikan Bansos dan Subsidi yang tidak tepat sasaran dari APBN, menjadi bantuan langsung sebesar Rp 60 triliun atau dengan kata lain sebesar Rp. 6 juta untuk 10 juta petani dan nelayan miskin Indonesia. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA