"Tentu ini sangat menyedihkan. Tapi mungkin itulah kualitas pikirannya dalam berdemokrasi yang belum siap dengan perbedaan," kata Politikus Partai Demokrat (PD), Ruhut Sitompul, beberapa saat lalu (Rabu, 25/6).
Ruhut yang juga mantan politisi Partai Golkar mengakui tiga kader Golkar yang dipecat yakni Nusron Wahid, Agus Gumiwang, dan Poempida Hidayatullah adalah politisi muda potensial. Dan kini, mereka telah menjadi korban dari ketidaksiapan elite Golkar.
Padahal, menurutnya, alasan ketiga kader tersebut mendukung Jokowi-JK sangat rasional dan sangat bisa dipahami mengingat JK adalah jelas-jelas kader Golkar yang pernah menjadi ketua umum.
Ruhut pu mengakui, meski tak sekeras Golkar, namun sikap yang sama juga ditujukan elit Demokrat, yang tidak siap berbeda dan tidak siap berdemokrasi, dengan mengeluarkan pernyataan emosional. Padahal, dirinya tak melanggar apapun mengingat sikap Demokrat sebagaimana arahan netralitas pilpres seperti disampaikan Ketua Umum SBY..
"Tapi mungkin kenapa saya dipersoalkan juga, karena mereka yang mendukung sana katanya banyak tapi tak ada gaungnya. Begitu Ruhut deklarasi Salam Dua Jari langsung geger pemberitaan dan respon dari publik. Jadi ada yang khawatir mungkin," jelasnya.
[wid]
BERITA TERKAIT: