Ia menegaskan, mekanisme pelantikan tersebut sudah menjadi praktik yang lazim dilakukan sejak tahun-tahun sebelumnya.
“Dari kemarin tahun-tahun lalu juga sunyi senyap,” ujarnya, Rabu 6 Mei 2026.
Ia juga membantah adanya pergantian pejabat yang dilakukan secara mendadak dan dilakukan secara sembunyi-sembunyi.
“Enggak juga, enggak tiba-tiba. Sebelumnya juga enggak ada wartawan juga sama, di tempatnya sama juga. Saya melantiknya di tempat yang sama, enggak mengubah tempat pelantikan,” katanya.
Dody menegaskan, pelantikan tanpa kehadiran media bukan hal baru. Ia menyebut pola tersebut sudah dilakukan dalam pergantian sebelumnya.
“Menurut saya, enggak juga sih. Enggak juga senyap-senyap juga. Karena kan memang pergantian-pergantian sebelumnya juga di tempat yang sama, juga tidak mengundang media,” tuturnya.
Sebelumnya, Dody melantik tujuh pejabat yang dilantik terdiri atas Sekretaris Jenderal, Direktur Jenderal, Kepala Badan, serta Staf Ahli Menteri Kementerian PU pada Jumat 1 Mei 2026.
Hal tersebut menyusul terbitnya Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor: 39/TPA Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan Dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di Lingkup Kementerian Pekerjaan Umum.
BERITA TERKAIT: