"Kita disini ngomong kedaulatan pangan, bahwa untuk tempe saja harus impor. Kita ingin pemerintahan Jokowi agar pangan kedelai lokal ditingkatkan. Kita ingin memotong cutter importir, dengan kedelai dan pangan lainnya dari lokal," kata Koordinator Relawan Blusukan, Haryadi, Minggu malam (15/7).
Ia pun yakin, di bawah kepemimpinan Jokowi-JK, para petani akan bisa makmur dan dapat meningkatkan bahan pangan Indonesia. Ia percaya Jokowi bisa memberdayakan sektor pertanian agar meningkatkan kualitas pangan.
Di Bundaran HI, Minggu (15/6), Profesor Andreas Santosa selaku pengamat bahan pangan Indonesia mengatakan, jika kehidupan para petani Indonesia dari tahun ke tahun tidak pernah meningkat.
"Bayangkan saja, untuk beras saja 483 persen impor, daging sapi 353 persen impor, kedelai 150 persen impor, itu dalam kurun waktu 10 tahun. Ya kami harapan Jokowi-JK mengangkat kejayaan petani," tambahnya.
Sementara itu, Nurul Cahaya Hakim selaku pengusaha Warteg yang hadir sejak subuh di Bundaran HI berharap, agar Jokowi-JK bisa mengendalikan harga sembako yang sampai saat ini tidak tentu arah harga jualnya.
"Warteg itu tempat makan sederhana, menggambarkan sosok kesederhanaan Jokowi. Jadi kita berharap kepada Jokowi nanti agar bisa mengendalikan harga sembako demi kelangsungan hidup para pengusaha Warteg di Indonesia ini," kata Cahaya, yang juga mengajak keluarganya untuk menyerukan dukungan kepada Jokowi di Bundaran HI.
[rus]
BERITA TERKAIT: