"Kami sangat bersyukur, bahwa di tengah-tengah begitu banyak tudingan terhadap kami mengenai kampanye hitam yang menghantam kami, ternyata masyarakat tidak terpancing dengan isu-isu yang sengaja diciptakan untuk menjatuhkan Prabowo-Hatta," kata Budi di Jakarta, Rabu (11/6).
Ia juga bersyukur Tim Kampanye Prabowo-Hatta disemua tingkatan, dapat berkampanye dengan santun tanpa melancarkan kampanye hitam.
"Kami bersyukur masyarakat kemudian mampu melihat komitmen dan profesionalitas kami dalam melaksanakan kampanye yang damai dan bersih dari kampanye hitam," tegas Budi.
Jelang Pilpres 2014, elektabilitas dua pasangan capres dan cawapres Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK terus saling kejar. Namun pasangan Prabowo-Hatta mengalami lonjakan elektabilitas yang signifikan.
Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID), Jajat Nurjaman menilai, salah satu alasan semakin menanjaknya elektabilitas Prabowo-Hatta adalah masyarakat sudah mulai bosan dengan gaya pencitraan yang dilakukan pasangan Jokowi-JK, serta cara Timsesnya yang cenderung selalu memojokan pasangan lain.
Berikut hasil survei terbaru elektabilitas pasangan capres-cawapres; FSI (Prabowo-Hatta 45,7% dan Jokowi-JK 45,2%), SPIN (Prabowo-Hatta 44,9% dan Jokowi-JK 40,1%), Lembaga Survei Indonesia (LSI) (Prabowo-Hatta 35% di DKI, 33,53 di Banten dan Jokowi-JK 30,66% di DKI, 26,25% di Banten), Populi Center (Prabowo-Hatta 36,9% dan Jokowi-JK 47,5%), dan PDB (Prabowo-Hatta 26,5% dan Jokowi-JK 32,2%).
[rus]
BERITA TERKAIT: