Syahganda: Tidak Mungkin Prabowo Berbuat Nista!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Minggu, 08 Juni 2014, 17:45 WIB
Syahganda: Tidak Mungkin Prabowo Berbuat Nista<i>!</i>
prabowo subianto/net
rmol news logo Calon presiden, Prabowo Subianto tidak mungkin melakukan upaya tidak terhormat apalagi sampai berbuat curang melalui pengerahan elemen tertentu seperti Babinsa dari unsur TNI guna memenangkan Pilpres 2014.

"Selain di luar kepatutan, Prabowo sudah membantah tidak memiliki kekuatan mengerahkan jaringan TNI oleh karena sudah pensiun sejak lama, termasuk pihaknya akan tetap berkomitmen pada netralitas TNI," kata Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan, di sela-sela acara dukungan ribuan alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk Prabowo-Hatta di Jakarta, Minggu (8/6).

Ia menegaskan, aparat TNI sebagaimana polisi, tidak bisa dimanfaatkan terkait agenda dukung-mendukung capres disebabkan prinsip tidak memilih dalam ajang Pilpres 2014.

Karenanya, menurut anggota dewan pengarah Ikatan Alumni ITB Pusat itu, tudingan atau berupa kekhawatiran atas pengerahan Babinsa kepada Prabowo menjadi janggal dan naif. Terlebih lagi, Prabowo merupakan figur yang berorientasi terhadap kualitas Pemilu bersih, demokratis, serta tanpa disertai praktik kecurangan yang dapat menodai pelaksanaannya.

"Sebagai seorang yang dikenal berjiwa ksatria untuk bangsanya, sangat jauh panggang dari api jika Prabowo berbuat nista, dengan cara-cara di luar hukum dan etika perundang-undangan demi meraih dukungan rakyat," ujar Syahganda.

Adapun sikap kastria Prabowo itu telah menjadi ciri utama dari latar belakang ketentaraannya yang murni berasal lapangan dan bukan terbangun dengan tradisi intelijen. Prabowo tidak pernah dilatih untuk menggerakkan skenario penggunaan intelijen dalam setiap tujuannya.

"Tipikal ksatria inilah yang akan membuat Prabowo terbuka menghadapi Pilpres, serta tidak mungkin membiarkan dirinya terlibat mencurangi pesta demokrasi Pilres di tanah air," ungkapnya.

Sebaliknya, tambah Syahganda, praktik dengan kebiasaan intelijen justru merupakan agenda orang-orang di lingkungan intel yang dibesarkan oleh mendiang Benny Moerdani pada masa Orde Baru, yang boleh jadi kini sengaja menjadikan isu dan pemaksaan peran Babinsa untuk merusak kredibilitas Prabowo.

"Intel-intel potret lama ini, kan merasa paling gerah dan ketakutan seandainya Prabowo menang dalam Pilpres," tandasnya.

Dijelaskan, sejauh ini Prabowo kerap tampil di berbagai forum kemasyarakatan maupun kampanye dengan program-program nyata yang dapat membangun penguatan hidup rakyat, kemandirian bangsa, serta negara berdaulat, yang dilakukan baik sendiri atau bersama kelompok partai pengusung di Koalisi Merah Putih.

Dengan begitu pula, tak ada kesan bahwa Prabowo mengisyaratkan perlunya dukungan peran dari bagian TNI aktif yang memang tidak dibolehkan, serta jauh berada dalam jangkauannya agar menciptakan dukungan keterpilihan rakyat bagi pasangan Prabowo-Hatta di Pilpres 2014 mendatang.[wid]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA