Dwi Winarno, Ketua Bidang Kaderisasi Nasional PB PMII yang ikut didalam kompetisi ini telah memasrahkan diri untuk menjadi kompetitor di Kongres PMII ke-XVIII yang dihelat di Jambi pada 30 Mei hingga 5 Juni 2014.
"Bagi seorang kader, merupakan kewajiban ideologis dan historis untuk berusaha memberikan yang terbaik bagi kebaikan organisasi," kata Dwi melalui pesan tertulis kepada redaksi, Sabtu (31/5).
Menurutnya, adanya dukungan dari sejumlah pengurus cabang, pengurus koordinator cabang, dan alumni menjadi landasan kuat untuk dapat berkompetisi secara sehat dengan kandidat lainnya.
"Dukungan yang tulus dari berbagi stakeholder PMII tanpa mengedepankan negosiasi jabatan struktural dan material telah menjadi indikator kelayakan bagi seorang kader untuk memegang tampuk kepemimpinan berikutnya. Hal inilah yang menjadi alasan kuat bagi diri saya untuk maju sebagai ketua umum PB PMII," jelas Dwi.
Dia memandang dukungan tersebut mengalir karena faktor kesamaan dalam merumuskan gagasan strategis pengembangan PMII. Secara spesifik, baik di masa kini dan mendatang, tantangan organisasi ekstra universitas akan semakin besar.
"Terutama yang terkait dengan strategi pengembangan kader dan institusi yang output-nya tiap kader dapat berkompetisi dengan kader dari organisasi sejenis maupun kelompok profesional non-ideologi di dalam berbagai sektor strategis," sambung Dwi.
Atas dasar kesamaan ide itulah dia berharap mendapat dukungan luas dari para peserta kongres, sehingga dapat mematerialkan ide dengan cara berta’awun dan tindakan kolektif lewat jalur struktur.
Dalam kongres kali ini, selain Dwi, nama-nama kandidat yang sebelumnya telah muncul antara lain A. Jabidi Ritonga, Muamarullah, Abdul Aziz, Arif Taufiq, M. Zaini Mustaqim, Miftakhul Aziz, Jaelani, Erfandi, Kholid, Zaid Muhammad, dan Mukaffi Makki. Mereka akan memperebutkan suara dari 228 PC dan 24 PKC se-Indonesia.
[sam]
BERITA TERKAIT: