Menurutnya demokrasi yang saat ini dijalankan haruslah membawa manfaat yang luas bagi bangsa Indonesia dan bukan hanya sekadar proses yang berjalan.
"Sering saya kemukakan bahwa demokrasi yang hendak kita bangun adalah demokrasi yang menjunjung tinggi amanah, akhlakul karimah, demokrasi yang membawa manfaat, demokrasi yang santun, demokrasi yang tertib dan demokrasi yang mencerdaskan," kata SBY saat memberikan sambutan dalam acara peringatan Isra Miraj di Istana Bogor, Rabu malam (28/5).
Lanjut SBY, apa yang dilakukan oleh bangsa Indonesia dalam proses pilpres merupakan salah satu hal penting dalam pematangan demokrasi nasional.
"Cara-cara kampanye yang tidak baik, tidak tertib dan menabrak etika dan batas-batas kepatutan mesti dapat dicegah karena tidak sejalan dengan kehendak kita untuk menghadirkan demokrasi dan politik yang makin maju dan berkeadaban," ungkapnya.
Kepala Negara ini juga mengatakan pada Juli mendatang, rakyat Indonesia akan memiliki presiden dan wakil presiden baru dan merupakan amanah untuk mencari pemimpin yang baik untuk memajukan bangsa.
"Presiden dan wakil presiden akan terus berganti setiap lima tahun, bisa datang dan pergi, namun pemerintah tetap berkesinambungan," tandasnya seperti dikutip dari
setkab.go.id.
[rus]
BERITA TERKAIT: