Demikian disampaikan Ketua Umum Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi
(LMND) Lamen Hendra Saputra dalam keterangannya kepada redaksi (Selasa,
29/4).
"Masih banyak sumber daya strategis bangsa di berbagai sektor seperti
migas, minerba, perikanan, kehutanan, perkebunan dan pertanian masih
dikuasai oleh perusahaan asing. Padahal hakikat dari Indonesia merdeka
sesuai dengan trisakti adalah berdaulat secara politik, mandiri secara
ekonomi dan berkepribadian dalam budaya," papar Lamen.
Menurut Lamen, kesempatan merebut kembali kedaulatan nasional sangat
mungkin dilakukan karena perolehan suara partai politik berhaluan
nasionalis pada pileg lalu sangat signifikan. Dari hasil hitung cepat
Partai Nasdem mendapat 6,9%, PKB 9,2%, PKS 6,9%, PDIP 18,9%, Golkar
14,3%, Gerindra 11,8%, Demokrat 9,7%, PAN 7,5%, PPP 6,7%, Hanura 5,4%,
PBB 1,6% dan PKPI 1,1%.
"Cukup tingginya suara yang didapat oleh partai politik yang berhaluan
nasionalis seharusnya menjadi titik balik pembangunan kekuatan untuk
menahan hempitan kekuatan kapital asing," paparnya.
Menurut dia, dengan posisi tegas atas dominasi kekuatan modal asing tapi
tidak juga menegasikannya akan menjadikan perbedaan mendasar dari
pemerintahan yang baru nanti. Tapi, jika pemimpin yang baru nanti sama
saja bahkan meneruskan kebijakan liberalisasi ekonomi yang dilaksanakan
oleh Pemerintahan sebelumnya maka sama saja bohong.
"Artinya sudah jelas bahwa seluruh partai politik yang ada hari ini
hanyalah komperador dari kepentingan kapitalisme asing," pungkas
Lamen.
[dem]
BERITA TERKAIT: