Zero Sum Games Kalau Jokowi Gandeng JK

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Minggu, 27 April 2014, 22:54 WIB
<i>Zero Sum Games</i> Kalau Jokowi Gandeng JK
rmol news logo Calon presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo (Jokowi) benar-benar perlu mempertimbangkan untuk maju bersama Jusuf Kalla (JK) di Pilpres mendatang. Jika akhirnya Jokowi tetap menggandeng JK, maka besar kemungkinan yang terjadi adalah zero sum games atau zero effect.

Zero sum games merupakan situasi dimana keuntungan atau pencapaian yang didapat akan dihilangkan oleh kerugian dalam jumlah yang setimpal.

"Dengan menggandeng JK ada kemungkinan Jokowi dapat meraih dukungan elit Islam moderat (NU) mengingat JK disegani oleh kalangan kiai NU Formal (bukan kultural) terutama di Indonesia Timur.  Meskipun perlu diperhatikan juga bahwa body dan oral language JK tidak disukai rakyat kebanyakan, termasuk para santri. Tapi sebaliknya, dengan menggandeng JK, Jokowi akan kehilangan sebagian suara kalangan Sukarnois di Jawa karena akar ideologis JK yang berbeda dari paham Trisakti ajaran Bung Karno," ujar Direktur Eksekutif Lingkar Survei Perjuangan (LSP) I Gede Aradea Permadi Sandra kepada Rakyat Merdeka Online sesaat tadi (Minggu, 27/4).

Menurut Gede, jika raihan suara NU dan kehilangan suara nasionalis diasumsikan setimpal, maka resultan dari keduanya adalah nol. Atau dengan kata lain, Jokowi tidak untung apa-apa dengan keberadaan JK sebagai pendampingnya.

Untuk itu, menurut Gede, Jokowi perlu berpasangan dengan figur yang selain memiliki dukungan NU, juga memiliki kesamaan ideologi dengan pemilih tradisional PDI Perjuangan. Gede melihat ekonom senior Rizal Ramli figur yang bisa mewakili pemilih dengan dua karakteristik tersebut.

Rizal dikenal luas memiliki jaringan kuat baik dengan kalangan NU formal maupun kultural. Di kalangan Nahdlyin, Rizal dikenal dengan nama Gus Romli. Sementara untuk pemilih tradisional PDI Perjuangan, Rizal yang merupakan salah seorang menteri kepercayaan Gus Dur, sejak lama berjuang menegakan kedaulatan dan kemandirian bangsa.

"Jika bersama Rizal Ramli, Jokowi juga akan mendapat dukungan dari gerakan buruh yang luas. Dukungan ini jelas tidak akan dimiliki JK yang mewakili kelas pengusaha," demikian Gede. [dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA