RMOL. Tokoh Buruh Muchtar Pakpahan berang dengan ulah Partai Golkar yang menggunakan figur bekas Presiden Orde Baru Soeharto dalam kampanye politik Pemilu 2014. Ketua Umum Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) itu mengkritik keras partai berlambang beringin yang masih menjual sosok sentral Orde Baru itu dalam kampanye politiknya.
"Bagi saya, sosok Soeharto itu adalah penjahat. Sepanjang rejim Orde Baru kehidupan buruh dan petani itu diberangus. Buruh dan tani adalah korban eksploitasi rejim Soeharto itu. Bahkan banyak yang dibunuh, termasuk Marsinah. Lalu, kalau sekarang ada orang yang menghembuskan jargon Rindu Soeharto atau Piye Kabare Penak Jamanku Toh dengan gambar Soeharto, bagi buruh dan tani adalah bahaya laten yang harus disingkirkan," papar Muchtar Pakpahan kepada
Rakyat Merdeka Online (Kamis, 20/3).
Tokoh Buruh yang dipenjarakan semasa Orde Baru itu menyampaikan, spirit Orde Baru yang dihembuskan oleh politisi dalam kampanyenya membuktikan bahwa antek-antek yang akan membunuh dan menindas kembali buruh dan petani mau unjuk gigi lagi dalam Pemilu 2014 ini.
"Memalukan sekali jika ada yang bilang enak di jaman Soeharto itu. Yang enak ya kroni-kroni dan lingkaran penjilat yang ada di kekuasaan Orde baru waktu itu. Para buruh dan petani malah kehilangan nyawa, tanah dirampas seenaknya dan dijual ke pengusaha. Kalau ada yang melawan untuk membela hak buruh dan petani malah dengan enteng menyebut mereka itu sebagai PKI. Itu tak boleh dibiarkan," kata Muchtar.
Muchtar Pakpahan yang kini kembali memimpin Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) mengatakan, Partai Golkar yang mempergunakan tokoh sentral Orde Baru itu sebagai jargon kampanye menunjukkan bahwa partai yang kini dipimpin oleh Aburizal Bakrie alias Ical itu sudah kembali ke aslinya dengan merindukan era Soeharto.
Dia mengingat, misalnya, pada saat Muchtar Pakpahan dan kawan-kawannya sesame pejuang buruh dan petani sedang melakukan advokasi dan pembelaan bagi buruh tani di Lampung pada masa Orde Baru, pada waktu itu Soeharto mempergunakan tenaga bersenjata memberangus petani, ribuan hektar lahan tani malah dirampas dan dijual kepada para pengusaha yang menjadi kroni Soeharto.
"Dan para petani itu malah dituduh sebagai antek-antek PKI. Benar-benar menyakitkan," ujar dia.
Dijelaskan Muchtar Pakpahan, Soeharto dan rejim Orde Baru yang ditopang oleh Golkar pada waktu itu adalah pemerintahan yang secara prinsip kebijakan telah melanggar UUD 1945. Pada masa Orde Baru pula telah dibuat pondasi ekonomi Indonesia menjadi kapitalisme birokrat. Pada masa itu, harus dibuka kembali, bahwa para pelaku tindak pidana korupsi adalah lingkaran istana Negara yang dipimpin oleh Soeharto.
"Lagi pula, Soeharto adalah pelanggar HAM Berat. Buruh dan petani adalah korban eksploitasi dia ke luar biasa yang dibungkus dia dalam kebijakan Trilogi Pembangunan Orde Baru. Jadi ingat, spirit Orde Baru adalah bahaya laten bagi rakyat Indonesia. Jujur, kehidupan buruh saat ini lebih baik di banding masa Soeharto," pungkasnya.
[dem]
BERITA TERKAIT: