Hasil survei yang dilakukan oleh Lembaga Survei Independen Nusantara (LSIN) menunjukkan bahwa elektabiltas putri sulung dari mantan Menteri Perindustrian Fahmi Idris ini unggul telak atas calon lain, seperti, AM Fatwa, Sabam Sirait dan Vivi Effendi.
Direktur eksekutif LSIN, Yasin Mohammad, mengatakan berdasarkan hasil survei LSIN elektabilitas Fahira Idris menempati posisi teratas dengan selisih jauh dari calon lain. Saat ini tingkat keterpilihan Fahira Idris sebesar 26,0 persen, disusul kemudian AM Fatwa 20,2 persen, Sabam Sirait berada diurutan ketiga dengan elektabilitas 11,6 persen, Vivi Effendi 7,3 persen, lainnya 10,4 persen yang tersebar pada nama-nama seperti Abdi Sumaithi, Abdul Azis, Dailami Firdaus, Mutiati Sejahtera, Parni Hadi dan Ramdansyah.
"Selebihnya 24,3 persen tidak menjawab atau tidak tahu," ujar Yasin dalam rilisnya, Minggu (16/3).
Sementara pada aspek popularitas AM Fatwa berada di puncak dengan meraih 39,5 persen, Fahira diurutan kedua dengan angka 30,9 persen, Sabam Sirait 13,2 persen, dan Vivi Effendi sebesar 8,6 persen, sisanya tersebar ke calon-calon lain sebesar 7,9 persen.
Keunggulan Fahira, kata Yasin, tidak lepas dari persiapan matang dalam pemenangan dan didukung oleh tim yang kuat hingga tingkat bawah. Fahira Idris juga mampu menghadirkan sosok pribadi pembeda diantara deretan nama calon DPD DKI lainnya dengan memainkan isu-isu strategis hingga tingkat bawah didukung lagi dengan kegiatannya yang melibatkan hingga akar rumput. Selain itu Fahira juga didukung oleh modal yang kuat, mampu merangkul kantong-kantong suara pemilih di DKI melalui pendektan personal dan kulturalnya baik melalui isu-isu yang dibangunnya maupun kedekatan emosionalnya.
Ia menambahkan, jelang detik-detik pencoblosan 9 April, tidak menutup kemungkinan terjadi persaingan ketat antara Fahira Idris dengan AM Fatwa, mengingat hasil survei LSIN menunjukkan bahwa AM Fatwa justru lebih populer dibandingkan dengan Fahira Idris dengan selisih yang cukup jauh.
Survei ini dilakukan rentang waktu 10 hingga 21 Februari 2014, melibatkan 500 responden dari 5 Kota dan 1 Kabupaten, dengan mengambil sampel sepenuhnya secara acak (probability sampling), menggunakan metoda penarikan sampel acak bertingkat (multistage random sampling). Selanjutnya survei digelar dengan memperhatikan urban/rural dan proporsi antara jumlah sampel dengan jumlah penduduk di setiap kecamatan. Tingkat kepercayaan (significant level) survei ini adalah 95 persen dengan margin of error sebesar ± 3,1 persen. Supervisi dilakuan melalui dua cara yaitu SMS/telpon dan penyebaran kuesioner langsung.
[rus]
BERITA TERKAIT: