Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mudik

KPP Dorong Berbagai Program Kesejahteraan di 114 Pasar Se-Jakarta

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/adityo-nugroho-1'>ADITYO NUGROHO</a>
LAPORAN: ADITYO NUGROHO
  • Selasa, 31 Maret 2026, 03:55 WIB
KPP Dorong Berbagai Program Kesejahteraan di 114 Pasar Se-Jakarta
Anggota DPD asal Jakarta Fahira Idris bersama Ketua Umum DPP KPP Abdul Rosyid Arsyad. (Foto: Dokumentasi KPP)
rmol news logo Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Komite Pedagang Pasar (KPP) resmi menutup rangkaian kegiatan “Yuk Kepasar di 114 Pasar se Jakarta” yang telah berlangsung sejak 11 Januari 2026 sampai 29 Maret 2026. 

Penutupan digelar di Pasar Induk Kramat Jati Jakarta Timur pada Minggu, 29 Maret 2026 menandai berakhirnya gerakan yang menyasar revitalisasi dan transformasi aktivitas belanja di pasar tradisional se-Jakarta.

Ketua Umum DPP KPP Abdul Rosyid Arsyad menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kampanye belanja ke pasar, tetapi juga upaya membangun ekosistem pasar yang lebih kuat dan berkelanjutan dengan adanya transformasi pasar yang berkesinambungan secara offline dan online.

“Alhamdulillah kegiatan Yuk Kepasar di 114 pasar se Jakarta telah berakhir pada hari ini, saya ucapkan terima kasih kepada Pak Suhari selaku Ketua DPD KPP Provinsi Jakarta bersama para ketua DPC 6 wilayah kota dan kabupaten se-Jakarta, sudah banyak kegiatan yang berhasil dijalankan dan adanya penyerapan aspirasi pedagang pasar yang rutin dan berkelanjutan yang dilakukan baik permasalahan pasar itu terkait sampah, kebersihan yang tidak terjaga,” ucap Rosyid dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Senin malam, 30 Maret 2026.

“Dan permasalahan pedagang itu adanya penurunan daya beli masyarakat ke pasar. Jadi kegiatan yuk kepasar di 114 pasar se-Jakarta, bukan hanya mengajak masyarakat kembali belanja ke pasar, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan pedagang bersama warga sekitar pasar melalui program kesejahteraan yang sudah mulai bertahap berjalan satu per satu,” tambahnya.

Selama program berlangsung, KPP menghadirkan berbagai inisiatif konkret. Salah satunya adalah pendampingan sertifikasi halal bagi pedagang melalui kerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). 

"Melalui KPP, pedagang bisa memperoleh sertifikat halal secara gratis, dengan total sertifikat halal gratis bisa mencapai ratusan ribu untuk pedagang pasar melalui pendamping yang terdaftar dan berasal dari pengurus dan anggota KPP," jelasnya. 

Tak hanya itu, KPP juga memperluas akses perlindungan sosial melalui program kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan bagi pedagang pasar dan warga sekitar pasar. Langkah ini dinilai penting untuk memberikan rasa aman dan jaminan masa depan bagi pelaku usaha kecil dan pekerja di sektor informal.

Sementara di sisi program kesejahteraan di bidang wirausaha dan pemberdayaan ekonomi, KPP menawarkan pemberian modal usaha dan tempat usaha di pasar, bagi masyarakat yang kurang mampu yang ingin memulai usaha, yang berasal sumber dananya dari hasil pengumpulan dana Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS). 

"Untuk program perbanyak wirausaha dan pemberdayaan ekonomi untuk masyarakat yang kurang mampu, kami mengajak perusahaan dan pribadi perorangan dari pedagang dan masyarakat luas, untuk mendukung pengumpulan dana ZIS yang berada di seluruh pasar se-Jakarta yang dilakukan oleh KPP, karena dana yang berhasil dikumpulkan selain untuk perbanyak wirausaha baru dari masyarakat yang kurang mampu,” bebernya. 

KPP juga menginisiasi program pendidikan berupa pendirian “sekolah madrasah di pasar” yang sumber dananya dari hasil program pemberdayaan ekonomi umat di 1.860 madrasah dan 3.500 majelis taklim se-Jakarta yang dibawah naungan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Jakarta. 

Sementara, Anggota DPD Fahira Idris yang hadir dalam acara tersebut memuji seluruh program yang digulirkan oleh KPP. Dia pun meminta kegiatan seperti majelis taklim dan berbagai program sosial lainnya terus diperluas jangkauannya agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Ia juga mengapresiasi langkah KPP dalam membangun kolaborasi dengan berbagai pihak. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi kunci agar para pedagang tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang.

“Kolaborasi seperti ini penting agar pedagang dan UMKM yang menjadi anggota KPP mendapatkan manfaat nyata, baik dari sisi ekonomi, pendidikan, keagamaan, edukasi, maupun perlindungan sosial dan biar terus bertambah banyak anggota di Provinsi Jakarta bukan hanya di 114 pasar se-Jakarta,” kata Fahira.
 
Penutupan “Yuk Kepasar di 114 Pasar Se-Jakarta” bukanlah akhir, melainkan awal dari upaya berkelanjutan pelaksanaan program KPP dalam menghidupkan kembali peran pasar tradisional sebagai pusat ekonomi rakyat yang modern, inklusif dan berdaya saing. rmol news logo article


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA