Penetapan sendiri, seperti informasi yang diterima redaksi, akan dilakukan oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri di Jakarta, malam ini (Kamis, 13/3).
Malam ini juga, PDIP akan menggelar Rapat Peleno di Kantor DPP PDIP Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Dalam rapat itu, Jokowi akan ditetapkan jadi Capres PDIP 2014-2019. Kemungkinan ada dua skenario, diumumkan saja atau diumumkan dan langsung dideklarasikan.
Masih dari informasi yang dihimpun redaksi, ada juga yang mengatakan penetapan dan pendeklarasian Gubernur DKI Jakarta itu akan dilakukan pada 21 hingga 25 Maret.
Sebagai gambaran, kemarin Jokowi mendampingi Megawati ziarah DPP ke Makam Bung Karno di Blitar. Bagi PDIP, dalam setiap momentum politik, yang merupakan bagian penting dari perjalanan bangsa, tradisi
nyekar ke makam Bung Karno merupakan keniscayaan. Prosesi ini merupakan bagian dari kesadaran organisasi kepartaian, bahwa pemilu merupakan momentum untuk meneguhkan kembali perjalanan bangsa Indonesia.
Tidak hanya itu, Jokowi yang selama ini tidak pernah "absen" kerja di hari tugas, dimana ia biasanya menghadiri acara partai pada hari Sabtu dan Minggu, kemarin mantan walikota Solo itu meninggalkan Jakarta. Ini menjadi tanda-tanda kuat Jokowi segera ditetapkan jadi capres.
Contoh kuat lain, Senin kemarin dalam acara pengarahan kepada pejabat eselon III dan IV di Balai Kota, Jakarta Pusat, sebanyak dua kali Jokowi menyatakan "menitipkan" persoalan di Jakarta ke seluruh pegawai Dinas Pemprov. Meski setelah acara dia berkelit bahwa pernyataan itu hanya spontan.
Memang spekulasi soal apakah PDIP akan mengusung Jokowi sebagai capres terus berkembang dinamis. Politisi PDIP Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, sebelumnya mengatakan, pihaknya sedang mencari waktu yang pas untuk mendeklarasikan bakal capres terpopuler yang akrab disapa Jokowi itu. "Mungkin tinggal menunggu saat yang tepat untuk dideklarasikan," jelas TB Hasanuddin pada Minggu kemarin.
[rus]
BERITA TERKAIT: