Lalu siapa calon wakil presiden (cawapres) pendampingnya? Siapapun orangnya nanti, apakah seorang profesional "murni" atau berasal dari politikus maka harus sudah dipikirkan beberapa kriteria kemampuan, seperti memiliki integritas yang tinggi, jujur dan ikhlas.
"Serta diterima publik karena memiliki rekam jejak yang baik," kata politisi PDIP, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin kepada redaksi, Minggu (9/3).
Persoalan ekonomi baik makro dan mikro, fiskal dan moneter akan semakin pelik termasuk pengendalian perdagangan impor dan ekspor. "Wapres mendatang harus memahami ini," ungkapnya.
Selanjutnya, kata TB Hasanuddin, wapres pendamping Jokowi harus benar-benar memahami pluralisme di Indonesia dan mampu menyelesaikan konflik baik vertikal maupun horizontal, serta memiliki akses ke semua elemen.
Disamping pasangan ideal di atas, Wakil Ketua Komisi I DPR menambahkan, wapres ke depan perlu di-
backup oleh enam kementrian yang tangguh. Yaitu Kementrian Pertahanan, Kementerian Luar Negri, Kementerian Dalam Negri, Kementerian Perdagangan, Kementerian Tenaga Kerja dan Kepolisian.
[rus]
BERITA TERKAIT: