Demikian dikatakan calon presiden Konvensi Rakyat, Ricky Sutanto dalam debat Konvensi Rakyat yang digelar di ballroom Graha Pena Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Minggu, 16/2). Debat konvensi rakyat yang keempat ini mengangkat tema 'Meningkatkan Perekonomian Bangsa.'
"Indonesia memerlukan pemimpin penyelamat yang rela menderita menebus penderitaan rakyat," katanya.
Jika dipercaya memimpin negara, papar Ricky, dirinya akan membuat sejumlah kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Di antaranya menghapus sistem Upah Minimum Regional (UMR) dan menggantinya dengan Gaji Dasar Hidup (GDH) bagi buruh sebesar Rp 4 juta per bulan, rumah murah bagi rakyat dengan cicilan Rp 700 ribu tiap bulan, dan mobil listrik dengan cicilan Rp 400 ribu. Ricky juga berjanji akan membuat APBN kita tahun 2016 sebesar Rp 3 ribu triliun.
Indonesia menjadi negara kaya kelima di dunia, menurut Ricky yang berlatar pengusaha, bukanlah mimpi. Kuncinya selain ada pemimpin penyelamat, agenda besar tersebut bisa dicapai bila ada persatuan rakyat.
Lebih lanjut dikatakan dia, pemilu selama ini menjadi pesta rakyat yang sudah tidak merakyat. Pemilu hanya menjadi pesta elit politik, sehingga tidak berdampak pada kesejahteraan rakyat.
"Karenanya kita harus rebut pemilu menjadi pesta rakyat untuk rakyat," demikian Ricky.
[wid]