"Birokrasi kita seperti gajah bengkak, beri-beri pula. Semua diurus lamban. Harusnya seperti cheetah, ramping sehingga geraknya cepat," kata Tony Ardie, kandidat Capres Konvensi Rakyat dalam debat ketiga Capres Konvensi Rakyat di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC), Kalimantan Timur (Minggu, 9/2).
Dia menyebut birokrasi di Indonesia sekarang ini masih bermental asal atasan senang, bukan berdasar profesionalisme dan berbasis kinerja. Untuk itu dia katakan, sudah saatnya nilai kepangkatan dan kenaikan pangkat yang dilakukan berdasarkan lamanya kerja diubah berdasarkan prestasi kerja.
"Birokrasi itu mesin penggerak pembangunan. Makanya kalau kinerja buruk silakan pensiun dini," paparnya.
Ardie berjanji bila nanti dipercaya memimpin Negara, dirinya akan melakukan reformasi birokrasi. Reformasi birokrasi, katanya, merupakan syarat pembangunan bisa terwujud dan dirasakan rakyat setelah adanya pemimpin yang memiliki visi misi kuat, dan bebas korupsi.
"Bila diurus dengan benar, maka Negara ini bisa berdikari. Kita bisa swasembada dalam segala hal," demikian Ketua Umum PB HMI (1979-1980) ini.
[rus]
BERITA TERKAIT: