Dana Besar Jangan Dipakai untuk Menyusui Parpol

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/aldi-gultom-1'>ALDI GULTOM</a>
LAPORAN: ALDI GULTOM
  • Sabtu, 08 Februari 2014, 13:50 WIB
Dana Besar Jangan Dipakai untuk Menyusui Parpol
Dr Alfitri/net
Kecil Besar
rmol news logo Rencana pemerintah pusat mengucurkan anggaran dana saksi partai politik (Parpol) di tempat pemungutan suara (TPS) dianggap sebagai langkah mundur.
HUT RMOL news

Penilaian itu disampaikan pengamat politik Universitas Sriwijaya (Unsri) Dr Alfitri. Dalam pandangannya, kebijakan tersebut membuat ruang mandiri parpol semakin sempit. Hasilnya adalah efek manja pada parpol, karena mereka dengan mudahnya mendapat suntikan dana segar.

"Ini jelas bukan langkah yang tepat. Parpol semakin dimanja karena mendapat perlakuan istimewa," katanya kepada Rakyat Merdeka Online Sumsel, Sabtu (8/2).

Kata Alfitri, seharusnya pemerintah punya cara yang lebih bijak. Langkah yang diambil seharusnya tidak memanjakan parpol sekaligus juga merugikan rakyat Indonesia. Apalagi dana yang dikucurkan mencapai angka Rp 700 miliar.

Menurut dia, nilai uang yang besar dapat dimanfaatkan guna kepentingan lain demi kesejahteraan rakyat Indonesia yang masih dibelenggu masalah kemiskinan.

"Dana saksi ini nilainya sangat besar. Coba dikaji ulang lagi agar lebih bermanfaat. Jangan gunakan untuk 'menyusui' parpol,"  tuturnya. [ald]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA