Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah menyatakan, material kardus dan plastik dipakai sudah berdasarkan pertimbangan matang.
"Kami sudah berkonsultasi dengan ahli, materialnya memang kardus tapi tetap anti air," ujar Ferry di Jakarta, (Sabtu, 18/1).
Menurut Ferry, kotak dan bilik suara bermaterial kardus atau plastik dipilih karena habis digunakan untuk satu kali pakai. KPU pada tahun ini tidak memiliki anggaran untuk pemeliharaan dan penyimpanan, sehingga material habis pakai dipilih untuk digunakan.
"Material itu lebih efisien dan kuat," ujarnya.
Berdasar data sementara yang ditampilkan KPU dalam sistem informasi logistik (silog), Provinsi Jawa Barat adalah wilayah yang paling banyak membutuhkan perbaikan kotak suara. Tercatat, 89.250 kotak suara rusak berat dan 2.800 mengalami kerusakan ringan. Provinsi Jawa Timur juga membutuhkan tambahan kotak suara dalam jumlah besar. Tercatat, 52.123 kotak rusak berat, ditambah 21.384 kotak rusak ringan.
Sementara itu, untuk kebutuhan bilik suara, Jatim membutuhkannya dalam jumlah paling banyak. Berdasar data silog, 56.019 bilik suara rusak berat dan 14.290 bilik rusak ringan. Kebutuhan total sementara tambahan kotak suara adalah 374.527 unit, sementara untuk bilik sebanyak 279.416 unit.
Sebelumnya Ketua KPU Husni Kamil Manik mengatakan, lelang pengadaan logistik Pemilu 2014 tambahan logistik yang rusak dan hilang di KPU tingkat provinsi, dirubah untuk diadakan di KPU RI.
[rus]
BERITA TERKAIT: