Hal itu disampaikannya saat menggelar jumpa pers di Jus Kupie, Jalan Setia Budi, Medan, kemarin (Sabtu, 18/1).
Menurut Ketua DPD Partai Demokrat Kalimantan Timur ini, melalui Konvensi Rakyat, akan ia jadikannya sebagai salah satu tolak ukur terhadap kapasitanya dalam dunia politik nasional.
"Masyarakat kan juga bisa menilai secara langsung, bukan partai politik," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Isran Noor yang juga Bupati Kutai Timur ini mengkritisi pemerintah Indonesia yang terkesan memihak pada kepentingan asing dalam pemanfaatan kekayaan alam Indonesia. Salah satu yang dicontohkannya yakni soal lemahnya posisi tawar Indonesia dalam mengembalikan perusahaan PT. Indonesia Auliminium (Inalum) yang selama ini dikuasai oleh Jepang.
"Untuk mendapatkan perusahaan tersebut kita harus membayar dan sekarang kita tidak tau apa yang tersisa di sana," sindirnya seperti dilansir dari
MedanBagus.com.
[rus]
BERITA TERKAIT: