
Ada tiga cara mencari tokoh yang paling punya harapan untuk menang pemilihan presiden dan bisa mengurus negara sekompleks Indonesia.
Menurut ilmuwan politik, Arbi Sanit, tiga cara itu dengan survei-survei ke masyarakat untuk menentukan elektabilitas dan popularitas tokoh, kedua dengan konvensi partai politik seperti yang dilakukan Partai Demokrat, dan ketiga dengan konvensi yang lebih terbuka atau konvensi rakyat.
"Persoalannya adalah bagaimana perbandingan kualitas ketiganya? Saya lihat segmen konvensi Demokrat adalah segmen kelas dua. Apakah ada yang pantas jadi pemenang di sana? Apakah pesertanya bisa menang menyaingi sosok seperti Jokowi atau Prabowo?" kata dia kepada
Rakyat Merdeka Online, Jumat (3/1).
Sedangkan yang dilakukan para penyelenggara konvensi rakyat, menurut Arbi, sebetulnya diawali niat baik untuk mencari pemimpin nasional alternatif. Tapi persoalannya, cara yang mereka lakukan tidak bisa menyamai niat mulia itu.
"Kalau mereka (penyelenggara konvensi rakyat) tidak bisa nyambung dengan parpol-parpol dan tidak bisa melahirkan tokoh yang potensial, maka lebih baik tidak usah dilakukan," jelasnya.
[ald]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: