Konvensi Rakyat vs Konvensi Demokrat = Gagasan vs Pencitraan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Jumat, 03 Januari 2014, 13:58 WIB
<i>Konvensi Rakyat vs Konvensi Demokrat = Gagasan vs Pencitraan</i>
foto:net
rmol news logo Konvensi Rakyat dinilai lebih maju dari Konvensi Demokrat. Konvensi Rakyat sudah mulai unjuk gagasan, sementara Konvensi Demokrat hanya sebatas pencitraan.

"Konvensi Rakyat itu konvensi gagasan, konvensi untuk rakyat. Sementara Konvensi Demokrat itu elitis, untuk pencitraan partai," ujar pengamat politik dari Universitas Indonesia Boni Hargens kepada redaksi di Jakarta, Jumat (3/1).

Direncanakan, debat perdana bakal capres hasil konvensi gagasan Gus Solah ini akan digelar pada 5 Januari mendatang di Surabaya. Selain Surabaya, debat serupa juga akan digelar di kota-kota lain. Di antaranya di Medan pada 19 Januari 2014, Balikpapan 2 Februari 2014, Makassar 16 Februari 2014, Bandung 2 Maret 2014, dan terakhir di Jakarta 9 Maret 2014.

Menurut Boni, Konvensi Rakyat merupakan bagian penting dari pendidikan politik di tengah-tengah lunturnya kepercayaan masyarakat kepada partai politik.

"Jadi Konvensi Rakyat yang memberikan pelajaran politik bagi kita, bukan konvensi elit," tandasnya.

Inilah tujuh capres hasil Konvensi Rakyat; Rizal Ramli, Yusril Ihza Mahendra, Sofyan Siregar, Isran Noor, Ricky Sutanto, Anni Iwasaki, dan Toni Ardy. Ketujuh tokoh ini dianggap memenuhi kriteria setelah diseleksi dari 25 orang yang mendaftar. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA