"Oleh karena itu, ke depan dibutuhkan kepemimpinan yang trasformatif dan berkarakter," ujar Mahfud MD dalam acara dialog kebangsaan yang digelar di Kampus Universitas Multimedia Nusantara, Tangerang, kemarin (Kamis, 19/20).
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini menjelaskan, seorang pemimpin perlu memiliki delapan sifat kepemimpinan, atau dalam falsafah Jawa dikenal
hasta brata. Yakni memiliki sifat tegas, egaliter, mengayomi, konsisten, bisa memandu, berani, menyejukkan, memberi harapan dan tidak egois.
"Setidaknya pemimpin bisa mendekati sifat-sifat yang ideal tersebut," urai Mahfud.
Capres PKB ini juga prihatin dengan kondisi saat ini, karena 300 lebih kepala daerah terjerat kasus korupsi. Hal ini terjadi karena mereka menjadi pemimpin dengan membayar, bukan atas dukungan massa secara riil.
"Akibatnya, begitu menjadi pemimpin merekaa bukannya fokus memikirkan rakyat, tetapi pikirannnya terbelah karena harus mencari uang untuk membayar ongkos politik yang telah dikeluarkan," imbuhnya.
Namun demikian, Mahfud optimistis di masa depan akan muncul pemimpin yang transformatif. Ia juga berharap pada media massa untuk mengambil peran dengan memunculkan tokoh-tokoh masa depan yang memiliki karakter dan tidak tersandra oleh masa lalu.
"Karena, dalam beberapa kasus peran media sangat besar untuk mengedukasi publib," pungkasnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: