
Menko Polhukam Djoko Suyanto menyatakan upaya-upaya rekonsiliasi terkait konflik penganut Syiah dan Sunni di Sampang, Madura, Jawa Timur, masih terus dilakukan.
Pemda Jatim dan Tim Rekonsiliasi yang dipimpin Rektor IAIN Sunan Ampel, dijelaskan dia, terus melakukan upaya mediasi.
"Kedua pihak sepakat tidak akan menempuh cara-cara kekerasan dalam proses rekonsiliasi ini," kata Djoko melalui pesan singkat yang diteruskan Deputi VII Bidang Komunikasi dan Informasi Kemenko Polhukam Marsekal Muda TNI Agus Barnas kepada redaksi sesaat lalu (Kamis, 5/12).
Djoko mengakui masih diperlukan waktu untuk menumbuhkan pemahaman di kedua pihak. Tapi, pendekatan kepada para ulama terus dilakukan, mengingat peran dan posisi ulama di Madura sangat dominan.
"Demikian juga peran Pemda Sampang yang terus didorong pro aktif di lini depan penyelesaian konflik ini sesuai amanah UU No 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah dan UU No 7/2012 tentang Penanganan Konflik Sosial yang menjadi tanggung jawab kepala daerah," demikian Djoko.
[dem]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: