Ketua DPW Nasdem Sulsel Mubyl Handaling mengatakan akan merekomendasikan JK, sapaan Jusuf Kalla, sebagai calon presiden pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Nasdem di Jakarta, 1-3 Desember 2013. Keputusan merekomendasikan JK berdasarkan aspirasi masyarakat Sulsel yang diserap DPW setelah melakukan dua kali roadshow ke 23 kabupaten/kota di Sulsel.
"Masyarakat Sulsel merasakan suasana yang cukup kontras dibandingkan saat JK masih memegang jabatan di pemerintahan khususnya saat JK masih sebagai wakil presiden di Kabinet Indonesia Bersatu," jelas Mubyl di Makasar seperti dilansir kantor berita
Antara (Minggu, 24/11).
Mubyl menjelaskan bahwa masyarakat Sulsel hingga kini mengaggap JK sebagai tokoh yang paling memiliki kapasitas untuk kembali memimpin negeri ini kedepan karena kemampuan dan kelebihan yang dimiliki. Hal itu bisa dilihat dari ketokohan dan popularitas JK tetap stabil. Bahkan di dunia internasional terus mengalami peningkatan setelah tidak lagi memegang jabatan di pemerintahan.
"Kondisi ini berbanding terbalik dengan sejumlah tokoh yang justru popularitasnya melorot setelah turun dari jabatannya," imbuh Mubyl.
Disamping itu, JK merupakan tokoh perdamaian yang hingga kini terus aktif dalam pembangunan sosial kemasyarakatan tanpa membedakan suku, agama, dan ras.
"JK tokoh plural sehingga lembaga internasional ataupun negara yang sedang konflik senantiasai meminta pandangannya dalam penyelesaian konflik seperti Filipina, Thailand serta Myanmar," katanya.
Sebelumnya, keinginan mengusung mantan Wakil Presiden itu sebagai capres pada Pemilu 2014 disampaikan PKB Maluku, Papua, Sulawesi, dan Kalimantan dan sejumlah daerah lainnya di timur Indonesia. DPW PKB Kalimantan Timur misalnya beralasan JK mampu memberikan solusi terhadap persoalan bangsa.
JK, kata Ketua DPW PKB Kaltim Syafrudin, merupakan sosok pemimpin yang kredibel dan bersih dengan bukti belum tersentuh dari berbagai persoalan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) yang terjadi di negara ini.
[dem]
BERITA TERKAIT: