Begitu disampaikan Beathor Suryadi, aktivis 80an dalam pesan singkatnya kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Minggu, 24/11).
Meski begitu, tuntutan yang disampaikan banyak pihak agar Australia meminta maaf atas tindakan penyadapan tersebut dinilai Beathor kurang tepat.
Kata maaf dari Australia menurut kader PDIP yang tidak kunjung dilantik sebagai pengganti almarhum Taufik Kiemas di DPR RI itu, tidak dibutuhkan karena hal itu tidak akan bisa menghapus luka bangsa Indonesia.
"Sebagai negara sahabat, Australia harus membuka apa isi sadapan agar kita tetap percaya bahwa Australia adalah sahabat," demikian Beathor.
[dem]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: