CENTURYGATE

Boediono Memperkuat Hilangnya Sifat Ksatria Pemimpin

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Minggu, 24 November 2013, 15:10 WIB
Boediono Memperkuat Hilangnya Sifat Ksatria Pemimpin
ilustrasi/net
rmol news logo Penjelasan Wakil Presiden Boediono usai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi di Istana kemarin semakin mempertegas dan mengonfirmasi hilangnya sifat ksatria pemimpin kita saat ini.

"Menurut saya inilah ping-pong luar biasa dalam skandal Century. Semua buang badan dan lempar tanggung jawab," ujar anggota Tim Pengawas Century DPR, Bambang Soesatyo dalam keterangan tertulis kepada redaksi (Minggu, 24/11).

Presiden SBY dengan tegas mengatakan sama sekali tidak tahu dan tidak pernah dilapori soal bailout, sementara Boediono mengatakan urusan bailout Bank Century Rp 6,7 triliun merupakan tanggungjawab Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan pengawas bank Indonesia. Lepas tanggung jawab juga disampaikan Sri Mulyani. Selaku menteri keuangan sekaligus Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) saat bailout dikucurkan, Sri Mulyani mengatakan bahwa dirinya tertipu. Sementara manajemen LPS menegaskan bahwa mereka hanya menjalankan perintah atau kebijakan yang sudah diputuskan BI dan Menkeu di KSSK.

Bamsoet mengatakan dukungan Boediono kepada KPK untuk mengungkap kemungkinan adanya pihak yang menyalahgunakan kebijakan penyelamatan Bank Century secara tidak langsung mengonfirmasi adanya penyalahgunaan wewenang dalam pemberian dana talangan itu.

Dari seluruh penjelasan pers yang disampaikan Boediono kemarin malam, katanya, Boediono belum menjawab sejumlah persoalan prinsip, utamanya masalah volume dana talangan dari Rp 630 miliar rekomendasi KSSK yang menggelembung jadi Rp 6,7 triliun. Apalagi, dana talangan itu dicairkan dengan mekanisme hard cash yang semuanya dikeluarkan dari gudang BI dan diangkut dengan beberapa truk.

"Juga tidak dijelaskan bagaimana alur dan proses penyerahan dana talangan sehingga Rp 2,5 triliun bisa raib seketika, yang kemudian diduga disalahgunakan oleh pemilik Century, Robert Tantular," demikian Bamsoet, Wakil Bendahara Umum DPP Golkar itu.

Penjelasan Wakil Presiden Boediono yang melimpahkan seluruh ekses kebijakan penyelamatan Bank Century kepada Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), pengawas bank dan manajemen Bank Century sangat membingungkan.

"Fungsi pengawasan bank saat bailout dilakukan masih digenggam BI. Artinya, BI lah yang mengawasi  Bank Century saat itu," ujarnya.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA