Namun begitu, Komite Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad) menilai munculnya capres-capres saat ini belum ada yang menonjol. Presedium Kamerad, Haris Pertama menyayangkan adanya capres-capres muda potensial yang justru sengaja dijegal, sehingga gagal untuk maju atau bersaing.
"Pemain-pemain lama atau capres tua, takut jika capres muda muncul dengan membawa perubahan bagi bangsa Indonesia ke depan," kata Haris kepada wartawan, Sabtu (10/11).
Kata Haris, nama-nama yang muncul saat ini tidak lebih dari calon badut saja, yang tidak punya pemikiran cerdas untuk mengembalikan Indonesia menjadi negara besar, kuat dan berdaulat.
"Kami melihat para capres yang ada saat ini semua sudah terkontaminasi oleh asing, alias badut asing," tegasnya.
Lebih lanjut, Haris menyayangkan penjegalan keikutsertaan kepala BNP2TKI Muhammad Jumur Hidayat dalam konvensi Partai Demokrat. Padahal, masih kata Haris, dia merupakan sosok yang sangat layak dan bisa membawa perubahan bagi bangsa ini.
"Prabowo dan Jokowi pastilah bahagia dengan situasi seperti ini, tapi jika ada capres muda seperti Jumhur maka keadaan pasti akan berubah. Pertarungan 2014 akan sangat menarik," tandasnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: