"Meskipun soal kemasan Jokowi lebih baik dari Dino, namun soal isi, Dino jauh lebih baik dari Jokowi," ujar peneliti Lintas Survei Nusantara Muzakkir Muannas Tovagho kepada wartawan, Kamis (7/11).
Dikatakan Muzakkir, membandingkan Dino dengan Jokowi sederhana saja. Jokowi fans berat Metallica, sementara Dino suka lagu lagu daerah nusantara. Kalau Jokowi sampai menyempatkan hadir ketika grup musik dari AS itu manggung di Jakarta, Dino belum lama ini melakukan kegiatan mempromosikan gamelan dan batik di AS.
Menurut Muzakkir, Jokowi penampilannya Indonesia tetapi hatinya Amerika. Sedangkan Dino penampilan Amerika tetapi hatinya Indonesia.
"Ini seperti yang diumpamakan almarhum Gus Dur. Saat Gus Dur menanyakan kepada seorang muslim; Anda pilih mana, daging babi cap kurma atau kurma cap babi?" tutur Muzakkir.
Kemarin saat acara di Wisma Kodel Jakarta, Dino sempat diminta komentarnya soal Jokowi yang kabarnya akan diperkenalkan PDIP sebagai capres pada awal tahun depan. Dino sendiri memilih enggan mengomentari tentang peluangnya menantang Jokowi dalam Pilpres 2014.
Sebelumnya, Ridhwan Effendi dari Forum Pemilih Cerdas Indonesia mengatakan, tugas pers adalah "menelanjangi" para calon presiden. Ini agar masyarakat dapat memilih capres terbaik dan terhindar dari pemimpin yang hanya jago pencitraan.
"Jangan sampai masyarakat memilih capres itu seperti membeli kucing dalam karung," kata Ridhwan.
[dem]
BERITA TERKAIT: