Menurut Kepala Bidang Kominfo DPP Partai Gerindra, Ondy A. Saputra, kepala desa bersama masyarakat dapat menentukan serta melaksanakan pembangunan di desa masing-masing. Hal ini dapat mempercepat penyediaan air bersih, listrik yang terang, jalan yang mulus, klinik yang baik, koperasi yang memudahkan, dan lain sebagainya untuk setiap warga negara Indonesia di manapun berada.
Selain itu kata Ondy, ada fakta lain yang menarik yang ditemukan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto setelah berkeliling Indonesia selama puluhan tahun. Rakyat dan pemimpin yang paling jujur di Indonesia adalah mereka yang paling miskin dan yang tinggal di desa. Namun sayang, mereka tidak dapat berbuat banyak karena tidak diberikan anggaran pembangunan yang cukup.
Jelas dia, hal inilah yang membuat Gerindra yakin bahwa program Rp 1 milyar per desa dapat berjalan dengan baik. Kades dan lurah bersentuhan langsung dengan masyarakat sehingga mereka dapat mengalokasikan dana secara tepat sasaran. Posisi kades dan lurah yang langsung bersentuhan dengan masyarakat inilah yang memudahkan pengawasan secara terbuka dan langsung.
"Dengan demikian kami tidak khawatir kades dan lurah melakukan korupsi. Untuk menunjang pengawasan tersebut, kami juga menerapkan teknik-teknik manajemen yang terbuka dan akuntabel sesuai dengan 6 Program Aksi Partai Gerindra." ujar Ondy A. Saputra dalam keterangannya, Senin (28/10).
Pada 26 Oktober 2013, Prabowo Subianto menyatakan jika Gerindra diberi kepercayaan oleh rakyat untuk memenangkan pemilu 2014, akan menganggarkan dana dari pemerintah pusat minimal Rp. 1 milyar untuk setiap desa di seluruh Indonesia per tahun.
[rus]
BERITA TERKAIT: