Ketua Umum Kadin DR. Rizal Ramli dalam pidato pembukaan Munas menegaskan tekad Kadin Indonesia untuk memulai sejarah baru dengan menjadi bagian dari kebangkitan perekonomian Indonesia. Kondisi ekonomi Indonesia saat ini sedang berada pada titik rawan karena terjadinya quatro deficits, terutama defisit APBN plus utang lebih dari Rp 2.100 triliun.
"Kita ingin pengusaha tidak memanfaatkan Kadin untuk kepentingan sendiri dan bisnis semata. Kadin harus fokus untuk dapat terlibat pada pembuatan kebijakan," ujar Rizal Ramli.
Sudah saatnya, kata dia, para pengusaha tidak tinggal diam terhadap proses pembuatan kebijakan pembangunan ekonomi nasional karena dengan begitu ekonomi Indonesia bisa tumbuh di atas sepuluh persen. Rizal yakin jika itu terjadi Indonesia akan menjadi negara kuat seperti China dan Jepang.
Rizal Ramli juga mengajak kepada seluruh anggota Kadin untuk bersama-sama mengkiritk sejumlah kebijakan yang dikeluarkan pemerintah jika tidak berpihak kepada rakyat.
"Kita bertekad menjadikan Kadin yang mendorong pemerintah menghasilkan policy, bukan cuma Ketua yang ditenteng-tenteng Presiden dan menteri, itu membuat mereka bangga, kami tidak mau seperti itu," demikian Rizal Ramli.
[dem]
BERITA TERKAIT: