"Sudahlah.. Aku ingatkan, semakin menjelek-jelekkan Pak SBY, Anas akan semakin jelek dan jahat," ujar Ruhut kepada
Rakyat Merdeka Online, Minggu (20/10).
Terakhir ungkap Ruhut, Anas menjelekkan SBY adalah, dengan beredarnya rumor mantan Ketua Umum Demokrat Prof. Subur Budhisantoso diculik oleh Badan Intelijen Negara (BIN) saat ingin menghadiri dialog "Dinasti Politik dan Politik Meritokrasi", di Rumah Pergerakan, yang merupakan rumah Anas Urbaningrum di Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat siang (18/10).
Saat moment Idul Adha 1434 H kemarin, Anas juga kata Ruhut menyindir SBY dengan mengatakan hewan kurbannnya adalah sapi lokal atau bukan hewan impor. Pada kesempatan itu juga, Anas mengatakan manusia tidak boleh dikorbankan.
"Padahal sapi Anas kurus-kurus, sapi Pak SBY kan gemuk," sindirnya.
"Ini kan semua kata-kata menyindir," tambah Ruhut yang juga Anggota Komisi III DPR ini.
Padahal terang Ruhut, Anas sama sekali tidak berpikir, selain jadi tersangka kasus Hambalang saat ini, semestinya dia sudah masuk penjara sejak 2004 bersama komisioner KPU lainnya dalam kasus suap dan korupsi sejumlah pengadaan di KPU dalam pelaksanaan Pemilu 2004.
"Anas tidak akan bisa menjelek-jelakan SBY. Pak SBY itu baik, bersih, santun dan cerdas," tandas Ruhut.
[rus]
BERITA TERKAIT: