Menurut dia, justru kerjasama tersebut layak diapresiasi. Dengan catatan, semua pihak tetap mengawasi netralitas dan independensi Lemsaneg dalam proses pelibatan pemilu tersebut.
"Saya kira, kita tetap harus apresiasi hal tersebut. Jangan pernah berburuk sangka. Yang penting kita awasi saja kerjasama tersebut," kata mantan Pangdam XVI Pattimura tersebut di rumah Pergerakan Perhimpunan Indonesia (PPI), Jakarta, Jum'at (4/10).
Djoko juga menganggap wajar jika banyak pihak was-was dan khawatir dengan pelibatan lembaga berbau militer tersebut dalam proses pemilu. Pasalnya Lemsaneg diberikan kewenangan penuh untuk menjaga, mengawal dan mengamankan data pemilu, termasuk data informasi teknologi (IT) yang dimiliki KPU.
"Ragu-ragu atau curiga wajar saja, tapi bukan berarti seratus persen nggak bagus. Makanya, harus diawasi dan diberi saran," tutupnya.
[dem}
BERITA TERKAIT: