Menurutnya, penjelasan bahwa makro ekonomi Indonesia dalam kondisi baik lebih karena dampak dari pertumbuhan ekonomi China dan India serta merosotnya perekonomian Amerika.
"Bukan karena kemampuan pemerintah mengelola ekonomi," ujar dia ketika jadi pembicara dalam Seminar Kebangsaan "Bakti buruh untuk Negeri dan Ibu Pertiwi Membangun Kesejahteraan Bersama" di Aula Yayasan Tenaga Kerja Indonesia, Gatot Subroto, Jakarta, Selasa(1/10).
Faktanya, menurut Rizal Ramli yang belum lama ini didaulat jadi Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), saat ini ekonomi Indonesia dalam kondisi "lampu kuning" akibat terjadinya quatro deficits secara bersamaan.
Quatro deficits yang dimaksud adalah, neraca perdagangan sebesar minus 6 miliar dolar AS, defisit neraca pembayaran sekitar minus 9,8 miliar dolar AS,
deficit balance of payments pada kuartal pertama 2013 minus 6,6 miliar dolar AS dan defisit APBN sebesar Rp 2.100 triliun.
"Jika quatro deficits ditambah dengan defisit kepercayaan tidak bisa diatasi, maka ekonomi Indonesia akan menjadi lampu "lampu merah"," pungkas Menteri Perekonomian dan Keuangan era Pemerintahan Abdurrahman Wahid yang akrab disapa RR ini.
[dem]
BERITA TERKAIT: