"Lebih menguntungkan bila PDIP menetapkan siapa yang akan diusung sebagai capres sebelum Pileg," ujar pengamat politik dari Universitas Indonesia Mulyana W Kusumah kepada
Rakyat Merdeka Online, Minggu (15/9).
Keuntungan dari pengambilan keputusan tentang capres lebih awal, katanya, antara lain memberi peluang untuk melakukan sosialisasi dan menyiapkan gagasan dan konsep yang ditawarkan dari tokoh yang diusung tersebut kepada masyarakat.
"Selain itu, ada waktu yang cukup bagi PDIP mempersiapkan mesin partai," imbuh mantan Komisioner KPU pusat itu.
Lebih lanjut dia katakan, PDIP punya harapan besar memenuhi presiden threshold 20 persen sehingga bisa mengusung pasangan capres-cawapres tanpa harus berkoalisi dengan partai lain. Survei yang dilakukan berbagai lembaga menyebut selama 6 bulan terakhir elektabilitas PDIP mendekati 20 persen.
"Tapi, tetap saja PDIP tidak jangan mengesampingkan soal penetapan siapa capres yang akan diusung dengan mengumumkannya setelah pileg," kata Direktur Eksekutif Seven Strategic Studies (7SS) itu.
[dem]
BERITA TERKAIT: