Uniknya, dalam aksi menuntut perbaikan pelayanan KJRI ini, sejumlah buruh migran turut membentangkan spanduk bertuliskan dukungan agar Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mendengar suara mereka soal pencapresan.
Dikatakan Ketua Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) Tri Sugito bahwa dalam aksi ini, para buruh migran membentangkan spanduk bertuliskan, “Bunda Megawati, dengarlah suara anak-anakmu". Ini merupakan bentuk aspirasi mereka agar Jokowi diusung sebagai capres dalam pemilu presiden 2014 nanti.
"Dalam aksi besar ini, kami Bara JP Hongkong, ikut dalam aksi perjuangan hak migran, sekaligus kami menyuarakan aspirasi pencapresan Jokowi," ujar Tri Sugito dalam rilis yang diterima redaksi sesaat lalu (Minggu, 15/9).
Didampingi Wakil Ketua Liana Citra, Tri Sugito menekankan perlunya rejim mendatang memperhatikan nasib migran. Tak guna berharap kepada rejim sekarang, karena pikiran mereka hanya bagaimana supaya jangan masuk penjara. Pengurus lain yang hadir, M. Laela Putri (Sekretaris) dan Nur Utami (Bendahara).
Mengenai isi spanduk Bara JP Hong Kong yang sangat sederhana, Tri Sugito dan Liana Citra menjelaskan, isi kata-kata spanduk itu tidak dibuat-buat dan biar sederhana saja. "Manakala kami berujar tentang suara rakyat, Ibu Megawati sudah mengerti," kata Tri Sugito.
Bara JP Hong Kong merasa tak perlu mengatakan banyak hal tentang cita-cita perubahan, karena semua itu sudah diketahui Megawati Soekarnoputri. Harapan migran, akan ada perbaikan melalui perubahan rezim.
“Migran itu penghasil devisa, diakui semua pihak. Namun manakala kami memperjuangkan hak,
kok seperti tidak didengar, malah suara kami hilang begitu saja," kata Liana Citra.
Laela Putri mengatakan, pelayanan di KJRI luar biasa angkuh. Mereka seperti orang lain, seperti bukan bagian dari Indonesia. Menurut Nur Utami, Filipina berhasil mengeloal migran dengan baik, dan tidak memeras warga sendiri, berbeda dengan Indonesia.
[ian]
BERITA TERKAIT: