"Dana Rp.90 triliun ini mengalir baik dari pembarayan zakat, transportasi, konsumsi, belanja oleh-oleh, hingga kiriman untuk perbaikan rumah dan furniture-nya," ujar Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi dan Pembangunan, Firmanzah di Jakarta, Senin, (5/8).
Firmanzah menyebutkan, sesuai keterangan Bank Indonesia permintaan uang tunai pada setiap momen lebaran tahun ini mencapai Rp.103 triliun atau meningkat 20 persen dari tahun lalu sebesar Rp.80 trilun.
Persediaan Rp.103 triliun, lanjut Firmanzah, diharapkan dapat memenuhi tingginya permintaan uang tunai pada momen lebaran. Dari Rp.103 triliun, Jakarta diperkirakan menyerap sekitar Rp.31 triliun, sisanya Rp.22 triliun untuk Indonesia Timur dan Rp.50 trilun untuk Indonesia Barat.
Seperti dikutip dari situs resmi Sekretariat Kebinet RI, meningkatnya aktivitas mudik lebaran tahun 2013 ini, diyakini Firmanzah, merupakan 'buah' dari stabilnya pertumbuhan ekonomi, meningkatnya kelas menengah di Indonesia dan mulai dirasakannya manfaat perbaikan konektivitas nasional, yang meliputi perbaikan berbagai infrastruktur dasar jalan raya, pelabuhan dan bandara.
Jelas Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia itu, aliran dana segar dan tingginya permintaan pada momen mudik lebaran setidaknya dapat mendorong penyebaran pendapatan sehingga ketimpangan dapat direduksi disamping membantu percepatan pembangunan.
[rus]
BERITA TERKAIT: