
Anggota Komisi I DPR Tubagus Hasanudin berharap, 250 TNT atau dinamit yang hilang tidak jatuh ke tangan orang salah. Pasalnya, dinamit itu bisa digunakan untuk meledakkan objek-objek vital milik negara.
"TNT itu sifatnya sangat rawan sekali, dan itu dengan tertutup bahkan prosedur bak tertutup itu disegel ketentuan cara membawanya," katanya di gedung DPR Jakarta, Jumat (28/6).
Dia mengumpamakan, sebanyak 10 sampai 15 unit dinamit saja bisa untuk meledakkan bangunan sebesar Istana Negara. Sementara, sebanyak 40 unit bisa untuk meledakkan bangunan seluas kompleks parlemen. Terlebih, bahan peledak jenis dinamit tidak bisa terdeteksi oleh alat metal detector.
Karena itu, TB Hasanudin berharap agar ratusan dinamit yang diperkirakan hilang dalam perjalanan dari Subang menuju Bogor Jawa Barat pada 26 Juli kemarin harus segera ditemukan oleh pihak berwajib.
"Untuk meratakan gedung sebesar Istana Negara sebanyak 10 sampai 15 cukup diletakkan di pondasinya," tegas politisi PDI Perjuangan itu.
[rsn]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: