Bambang, di tengah rapat saat menjawab pertanyaan anggota Timwas, sempat mengeluarkan kalimat yang mengesankan level pemahaman anggota Timwas Century terhadap kasus tersebut sangat rendah.
Anggota Timwas dari Fraksi Hanura, Syarifudin Sudding, saat berbicara dalam diskusi di studio
Metro TV sesaat lalu (Kamis, 6/6) mengatakan, Bambang sengaja melontarkan kalimat semacam itu untuk mengalihkan perhatian DPR dan publik dari substansi proses penyidikan yang kabarnya sudah mendekati peran aktor intelektualnya.
"Untuk mencari alasan-alasan tentang proses yang tak berjalan optimal karena memang kawan-kawan semua dalam rapat timwas itu mendorong (kasus dituntaskan)," kata Ketua Fraksi Hanura di DPR itu.
Tuntutan agar KPK serius menangani Centurygate semakin kuat dari DPR setelah KPK beberapa waktu lalu mengirim tim ke Washington DC, Amerika Serikat, untuk memeriksa mantan Menteri Keuangan sekaligus Ketua Komiite Stabilitas Sektor Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.
Menurutnya, pimpinan KPK sendiri yang sudah menyatakan ada data baru dari pemeriksaan Sri Mulyani yang bisa mengungkap otak atau aktor intelektual.
Nah, ternyata dalam rapat Timwas kemarin, KPK sama sekali tidak mau transaparan kepada DPR soal sejauh mana perkembangan skandal Rp 6,7 triliun itu.
"Yang dilaporkan (kemarin) itu sudah ada di laporan sebelumnya," ucapnya.
Bahkan, untuk pertanyaan apakah data baru itu berbentuk dokumen atau keterangan lisan, KPK tetap tidak mau menjawab. Padahal, pertanyaan itu tidak menyentuh teknis penyidikan.
"Itu pun tidak dijawab. Ketika dijawab dokumen, itu tidak masuk teknis. Atau jawab saja berdasarkan keterangan Sri Mulyani," tegasnya.
[ald]
BERITA TERKAIT: