Indonesia Perlu Pemimpin Penggerak

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Minggu, 02 Juni 2013, 18:41 WIB
Indonesia Perlu Pemimpin Penggerak
rmol news logo Jika ingin menghidupkan spirit gotong royong yang merupakan saripati Pancasila, maka kita harus memulai pada kepercayaan. Namun sayangnya, hari ini tingkat kepercayaan rakyat pada pemimpin amat rendah.

"Membangun trust itu ada syaratnya. Punya kompetensi, integritas, kedekatan dengan rakyat dan kurangi satu faktor "self interest," kata Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan dalam acara diskusi publik memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 1945" dengan tema "Pancasila Jiwa Bangsa" yang diselenggarakan oleh Bidang PORA DPP PDI Perjuangan dan DPP TMP di Aula Gedung Perpustakaan Nasional RI, Jakarta Pusat, Minggu (2/6).

Kata dia, penyebab kurangnya rasa percaya kepada pemimpin ini disebabkan munculnya ego "self-interest" di dalam diri pemimpin. Jadi, ia mengingatkan, agar ke depan kita tidak menyesal untuk lima tahun lagi, maka pemimpin yang harus di dorong adalah pemimpin yang bisa "menggerakkan". Maksudnya, punya perspektif untuk menggerakkan bersama-sama.

"Bukan pemimpin yang berkata saya ingin menyelesaikan masalah anda. Tapi pemimpin yang 'ini masalahmu, ini masalahku, mari kita selesaikan," tandasnya. [dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA