Prabowo: Cita-cita Reformasi Kedaulatan Ekonomi Meleset

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Kamis, 30 Mei 2013, 12:27 WIB
Prabowo: Cita-cita Reformasi Kedaulatan Ekonomi Meleset
prabowo subianto/ist
rmol news logo Di masa transisi 1998, tokoh-tokoh TNI mendorong dan terbuka terhadap reformasi. Ini karena adanya kesadaran dari tentara yang sadar dan tidak neko-neko dalam menyerahkan kekuasaan kepada sipil. Dalam hal ini, tentara sangat mengutamakan kepentingan rakyat dan bangsa.

Begitu kata Mantan Komandan Pasukan Khusus TNI AD dan Panglima Kostrad, Prabowo Subianto saat menyampaikan ceramahnya tentang Masa Depan Indonesia: Bunga Rampai yang dipaparkan dalam seminar nasional memperingati Hari Kebangkitan Nasional bertajuk "Membangun Kembali Indonesia Raya berdasarkan Konstitusi" di Ruang Puri Agung, Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (30/5).

Diakui Ketua Dewan Pembina Gerindra itu, di masa transisi itu semua elemen masyarakat memang menginginkan Indonesia menjadi negara maju dengan menggunakan sistem demokrasi, yang saat itu merupakan sistem terbaik yang ada.

"Tapi setelah kita melaksanakan demokrasi, proses kedaulatan ekonomi ternyata meleset dari cita-cita demokrasi kita," kata dia.

Sistem ekonomi yang mengikuti sistem ekonomi negara-negara maju itu, lanjut Prabowo, ternyata tidak membawa kesejahteraan bagi Indonesia. Justru semakin membuat ekonomi Indonesia terjajah oleh bangsa lain.

"Saat ini seolah-olah kok kita jadi tamu di negeri sendiri. Seolah-olah kita harus meminta izin dari mereka yang merampok harta kekayaan kita," tandasnya. [rsn]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA