Jullya Feronica, Berbagi Dari Dalam Hati

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Selasa, 19 Februari 2013, 13:29 WIB
Jullya Feronica, Berbagi Dari Dalam Hati
JULLYA FERONICA/IST
rmol news logo Sebaik-baiknya manusia adalah yang dapat bermanfaat bagi sesamanya. Ini pula yang menjadi tekad Jullya Feronica sejak lama.

Di tengah kesibukannya memimpin usaha di bidang perjalanan wisata dengan jumlah karyawan sebanyak 40 orang, Jullya masih tetap berusaha menyempatkan diri aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Mulai dari membantu mengurus hak kepemilikan warga di Tangerang agar tidak digusur, ikut dalam proses belajar mengajar anak-anak tukang becak, hingga mengurus warga di Teluk Gong yang beberapa waktu lalu dilanda musibah banjir. Semua itu dilakoninya dengan suka cita.

Jullya mengaku sangat konsen terhadap masalah pendidikan anak-anak. Karenanya, ia kini rutin menyisihkan sebagian penghasilannya baik melalui Lions Club Jakarta Selatan Saphire maupun Sekolah Mutiara Bagi Bangsa yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.  Padahal, awalnya ia hanya ingin memberikan sumbangan.

"Tadinya cuma mau kirim uang saja, eh jadi keterusan. Akhirnya Lion Club juga galang dana," katanya.

Ia bersyukur yayasan yang dipimpinnya itu tak lagi kekurangan. Selalu saja ada bantuan dari banyak pihak, termasuk untuk pendidikan di luar pulau. Apalagi, ia juga berkesempatan ikut mengajar anak-anak Sekolah Mitra Bagi Bangsa. Dalam seminggu, Jullya menghabiskan waktu sekitar dua jam untuk mengajar.  

"Hal ini dilakukan demi menjaga mutu dan kualitas pendidikan dari sekolah yang berdiri megah di kawasan Teluk Gong, Jakarta Utara," ujar Jullya.

Ada kegembiraan yang sulit dilukiskan ketika membantu sesama dengan penuh rasa kasih, begitu dikatakan perempuan paruh baya itu yang masih terlihat awet muda.

Menurutnya, ada dua keuntungan yang bisa diraih melalui kegiatan mengajarnya itu. Pertama murid yang diajar dapat langsung mendapatkan ilmu dari orang yang banyak pengalaman di dunia ekonomi dan bisnis.

"Kedua, saya sebagai pengajar juga beruntung karena bisa menyalurkan ilmu yang dimiliki kepada orang lain," ungkapnya.

Semua pekerjaan sosial ini, kata Jullya, dilakoninya berawal dari niat kecil karena ingin berbagi dari dalam hati. Namun belakangan seperti ada yang menggerakan serta menggiring ke arah sana.

"Jadi mau tidak mau harus ikut terlibat dan berperan aktif, sampai tidak bisa diam untuk melakukan apa saja," tuturnya.

Baginya, kegiatan sosial yang dijalaninya selama ini sudah seperti menerapkan manajemen perusahaan. Semuanya harus dikelola dengan penuh komitmen dan rasa tanggung jawab. Mulai dari mengelola keuangan, waktu sampai program harus benar-benar termenej. Karena, kesemua itu menyangkut kepentingan orang banyak, jelasnya.  [wid]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA