Pagelaran wayang ini buah kerja Gerakan Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa) - dari wartawan, oleh wartawan, untuk Indonesia yang dipimpin Ketua Bersama, KH Maman Imanulhaq dan AM Putut Prabantoro.
"Para pemimpin melihat kegaduhan yang terjadi selama ini sebagai keindahan pijar kembang api taktala pesta. Namun sebenarnya mereka sedang bermain dadu untuk menguasai dan sekaligus mempermalukan Ibu Pertiwi," kata AM Putut Prabantoro di sela-sela pagelaran Wayang Golek "Main Dadu" di Keputren Putridalem Jatitujuh, Majalengka, Jawa Barat, Sabtu (22/12) malam.
Selain wayang kulit, acara ini juga dimeriahkan Dzikir Cinta yang dipimpin Kyai Maman, Orasi Kebangsaan oleh Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki, Tari Topeng, Sintren dan Wayang Golek Ki Suhadi.
"Acara ini demi Indonesia satu tak terkalakan," tutupnya.
Pantaun
Rakyat Merdeka Online di lokasi, walau diguyur hujan, warga Kampung Kaputren Desa Putradalem mulai dari kalangan orang tua dan anak-anak tetap antusias menghadiri pagelaran tersebut.
Teten Masduki sudah terlihat di tengah-tengah masyarakat. Calon wakil gubernur Jawa Barat itu duduk di barisan pertama bersama dengan KH. Maman Imanulhaq, AM Putut Prabantoro dan Amin Halimi. Sementara Rieke, melalui pengeras suara panitia mengumumkan, sedang dalam perjalanan menuju tempat acara.
[wid]
BERITA TERKAIT: